Kumpulan Landasan Teori, Definisi, Pengertian Bidang Pengetahuan Umum, Sosial, Ekonomi, Managemen, dan Akuntansi

Wednesday, June 17, 2015

Definisi Kapital Sosial

Definisi Kapital Sosial


definisi kapital sosial


Kapital sosial (sosial capital) didefinisikan sebagai suatu system yang mengacu kepada atau hasil dari organisasi social dan ekonomi, seperti pandangan umum (word-view), kepercayaan (trust), pertukaran timbal balik (reciprocity), pertukaran ekonomi dan informasi (informational dan economic exchange), kelompok-kelompok formal dan informal (formal and informal groups), serta asosiasi-asosiasi yang melengkapi capital-kapital lainnya (fisik, manusiawi, budaya) sehingga memudahkan terjadinya tindakan kolektif, pertumbuhan ekonomi, dan pembangunan” (Colletta & Cullen, 2000). 

Sedangkan Putnam (1993) mendefinisikan capital social sebagai suatu nilai mutual trust (kepercayaan) antara anggota masyarakat dan masyarakat terhadap pemimpinnya. Kapital social didefinisikan sebagai institusi social yang melibatkan jaringan (network), norma-norma (norms), dan kepercayaan social (social trust) yang mendorong pada sebuah kolaborasi social (koordinasi dan kooperasi) untuk kepentingan bersama.

Kapital sosial itu sendiri demikian luas dan multidimensional.
- spektrum telaah kapital sosial bukanlah individual tetapi pada kelompok, komunitas atau kelompok sosial tertentu yang sangat kompleks
- secara sosiologis, akan sangat sulit mengukur derajat kohefisitas hubungan internal dari masing-masing kelompok sosial

Empat tipe utama Kapital Sosial yaitu:
1) Tipe Ikatan Solidaritas (bounded solidarity)
Capital social menciptakan mekanisme kohesi kelompok dalam situasi yang merugikan kelompok.
2) Tipe Pertukaran Timbal-balik (reciprocity transaction)
Pranata yang melahirkan pertukaran antar para pelaku
3) Tipe Nilai Luhur (value introjection)
Gagasan dan nilai, moral yang luhur, dan komitmen melalui hubungan-hubungan kontraktual dan menyampaikan tujuan-tujuan individu di balik tujuan-tujuan instrumental.
4) Tipe Membina Kepercayaan (enforceable trust)

Keempat  tipe kapital social di atas selalu terkait dengan penggunaan nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat untuk mencapai tujuan tertentu dan bersifat timbal balik. Kapital social memiliki konskuensi positif dan negatif. Konsekuensi positif berupa sumber pengawasan social, sumber dukungan bagi keluarga, dan sumber manfaat social ekonomi melalui jaringan social luar. Sedangkan konskuensi negatifnya yaitu berupa pembatasan peluang bagi pihak lain (eksklusifitas), pembatasan kebebasan individu, klaim berlebihan atas keanggotaan kelompok, dan penyamarataan norma bagi semua anggota (konformitas). 

Dimensi capital social yaitu:
1) Integrasi (integration) yaitu ikatan-ikatan berdasarkan kekerabatan, etnik, dan agama.
2) Pertalian (linkage) yaitu ikatan dengan komunitas lain di luar komunitas asal berupa jejaring (network) dan asosiasi-asosiasi bersifat kewargaan (civic association) yang menembus perbedaan kekerabatan, etnik, dan agama.
3) Integritas organisasi (organizational integrity) yaitu keefektifan dan kemampuan institusi Negara untuk menjalankan fungsinya, termasuk menciptakan kepastian hokum dan menegakkan peraturan.
4) Sinergi (synergy) yaitu relasi antara pemimpin dan institusi pemerintahan dengan komunitas (state-community relations).

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Definisi Kapital Sosial

0 comments:

Post a Comment