Pengembangan masyarakat (community development) adalah konsep dasar yang menggarisbawahi sejumlah istilah yang telah digunakan sejak lama seperti community resource development, rural area development dll. Community development menggambarkan makna yg penting dari dua konsep: community, bermakna kualitas hubungan social dan development yang bermakna perubahan ke arah kemajuan yang terencana dan bersifat gradual (Blackburn, 1989).
Poston (1962) memaknai community development sebagai proses membangun relasi atau hubungan social baik secara horizontal (dalam satu komunitas) maupun vertical (antara dan antar komunitas).
Sedangkan Conyers (1996) memaknai pengembangan masyarakat sebagai semua usaha swadaya masyarakat digabungkan dengan usaha-usaha pemerintah setempat guna meningkatkan kondisi masyarakat di bidang ekonomi, sosial, dan kultural serta mengintegrasikan masyarakat ke dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dan memberi kesempatan yang memungkinkan masyarakat tersebut membantu secara penuh pada kemajuan dan kemakmuran bangsa.
Pengembangan Masyarakat dapat diartikan juga sebagai suatu metode atau pendekatan pembangunan yang menekankan adanya partisipasi dan keterlibatan langsung penduduk dalam proses pembangunan, dimana semua usaha swadaya masyarakat disinergikan dengan usaha-usaha pemerintah setempat dan stakeholders lainnya untuk meningkatkan taraf hidup, dengan sebesar mungkin ketergantungan pada inisiatif penduduk sendiri, serta pelayanan teknis sehingga proses pembangunan berjalan efektif.
Pengembangan masyarakat sebagai suatu perencanaan social perlu berlandaskan pada asas-asas:
1. komunitas dilibatkan dalam setiap proses pengambilan keputusan
2. mensinergikan strategi komprehensif pemerintah, pihak-pihak terkait dan partisipasi warga.
3. Membuka akses warga atas bantuan professional, teknis, fasilitas, serta akses warga atas bantuan professional, teknis, fasilitas dan intensif
4. Mengubah perilaku professional agar lebih peka pada kebutuhan, perhatian, gagasan warga Negara. (ife, 1995)
Namun demikian, para ahli pun tidak satu suara mengenai apakah pengembangan masyarakat seharusnya dikontrol oleh suatu lembaga yang bersifat sentralistis atau oleh kelompok-kelompok yang otonom.
Referensi
Blackburn, Donald J. (ed). 1989. Foundation and Changing Practices in Extension. Ontario: University of Guelph.
Poston, Richard Waverley. 1962. Democracy Speaks Many Tongues. New York: Harper & Row.
0 comments:
Post a Comment