Pengertian Komunitas
Aristotle menegaskan bahwa manusia berkumpul dalam suatu kelompok untuk mendapatkan hubungan yang saling menguntungkan (saling membantu), untuk memenuhi kebutuhan dasar, dan untuk menemukan makna dalam hidupnya. Filsuf Thomas Hobbes melihat community sebagai proses alami dari orang-orang berkumpul untuk memaksimalkan kepentingan diri mereka sendiri. (James A. Chistenson, Kim Fendley, and Jerry W. Robinson Jr).
Jaman dahulu kala, sebuah komunitas relative mudah untuk diidentifikasi dari komunitas lain karena komunitas tersebut tinggal menyatu dan terpisah dari komunitas yang lainnya. Dengan pesatnya perkembangan, pertumbuhan penduduk, perpindahan penduduk dan berkembangnya masyarakat kota (urban society).
R.E. Park (1952) mendefinisikan komunitas (community) sebagai berikut: A community is not only a collection of people, but it is a collection of institution. Not people, but institutions, are final and decisive in distinguishing the community from other social constellations.
Sedangkan Christenson & Robinson Jr (1989) mengartikan komunitas sebagai "people that live within a geographically bounded area who are involved in social interaction and have one or more psychological ties with each other and with the place in which they live.
0 comments:
Post a Comment